"Ini sama sekali tak nyata, bahkan satu minggu saja sudah berlebihan menurutku," tambahnya. "Seharusnya mereka memberi kami uang 100 ribu rouble saja (sekitar Rp 17 juta), itu akan membuat kami lebih bahagia. Hadiah seperti itu malah diberikan pada anak umur 16 tahun, aku syok."

Sementara itu Ruslan mengaku hanya iseng saat mengikuti sayembara tersebut di sebuah situs. Ia tak percaya bahwa situs itu benar-benar memberikan hadiah seperti yang disebutkan.
"Aku tak percaya saat pertama melihatnya. Kupikir itu bohongan," ujar Ruslan. "Tapi saat tahu itu benar, aku berterima kasih pada situs itu. Aku sangat senang. Aku langsung menelepon teman-temanku dan mereka juga tak percaya."
"Aku sangat menanti pertemuan kami. Aku sangat bahagia," ungkapnya. "Saat aku bertemu dengannya aku akan bilang, 'Hai, akulah cowok itu, aku yang memenangkanmu'."
Sayangnya, kebahagiaan Ruslan hanya berlangsung sesaat karena sang ibu tak mengijinkannya mengambil hadiah itu. Situs itu lalu memberi saran bahwa hadiah tersebut bisa dihibahkan pada ayah Ruslan. Tentu saja saran tersebut kembali ditolak mentah-mentah oleh Vera. "Tentu saja tidak boleh," ujar Vera tegas. (wk/rs)
Sementara itu Ruslan mengaku hanya iseng saat mengikuti sayembara tersebut di sebuah situs. Ia tak percaya bahwa situs itu benar-benar memberikan hadiah seperti yang disebutkan.
"Aku tak percaya saat pertama melihatnya. Kupikir itu bohongan," ujar Ruslan. "Tapi saat tahu itu benar, aku berterima kasih pada situs itu. Aku sangat senang. Aku langsung menelepon teman-temanku dan mereka juga tak percaya."
Baca Juga [Dewasa] :
"Aku sangat menanti pertemuan kami. Aku sangat bahagia," ungkapnya. "Saat aku bertemu dengannya aku akan bilang, 'Hai, akulah cowok itu, aku yang memenangkanmu'."
Sayangnya, kebahagiaan Ruslan hanya berlangsung sesaat karena sang ibu tak mengijinkannya mengambil hadiah itu. Situs itu lalu memberi saran bahwa hadiah tersebut bisa dihibahkan pada ayah Ruslan. Tentu saja saran tersebut kembali ditolak mentah-mentah oleh Vera. "Tentu saja tidak boleh," ujar Vera tegas. (wk/rs)
0 komentar:
Post a Comment