Ancaman pembongkaran Kalijodo tampaknya membuat Pekerja Seks Komersil (PSK) kaget. Saking takutnya, mereka buru-buru pergi tanpa mengemas rapi semua barang.
Hanya pakaian yang teringat untuk dibawa. Selebihnya, beberapa foto hingga buku catatan pelanggan hingga diary berisi curahan hati tertinggal begitu saja berserakan di dalam kamar.
Saat merdeka.com menyusuri setiap lorong dan bangunan, terlihat sebuah buku di kafe Mega Mas Kalijodo. Isi buku itu bukan sembarang coretan. Seorang PSK menuliskan keresahan hatinya tentang ketakutan pada Yang Maha Kuasa dan sebuah harapan ingin hidup normal tak jadi lagi menjalani dunia kelam.
Buku kecil bersampul merah tersebut tertuliskan 'Dewi, MG :Mas'. Entah apa maksudnya. Dia menuliskan beberapa bait kata dengan torehan tinta berwarna biru.
Hanya pakaian yang teringat untuk dibawa. Selebihnya, beberapa foto hingga buku catatan pelanggan hingga diary berisi curahan hati tertinggal begitu saja berserakan di dalam kamar.
Saat merdeka.com menyusuri setiap lorong dan bangunan, terlihat sebuah buku di kafe Mega Mas Kalijodo. Isi buku itu bukan sembarang coretan. Seorang PSK menuliskan keresahan hatinya tentang ketakutan pada Yang Maha Kuasa dan sebuah harapan ingin hidup normal tak jadi lagi menjalani dunia kelam.
Buku kecil bersampul merah tersebut tertuliskan 'Dewi, MG :Mas'. Entah apa maksudnya. Dia menuliskan beberapa bait kata dengan torehan tinta berwarna biru.
"Ya Allah aku udah enggak betah hidup yang aku jalani sekarang. Ya Allah bimbinglah aku ke jalan yang benar. Ya Allah..aku ingin jadi orang yang baik di mata semua orang terutama-Mu Ya Allah.. Kapan semua ini berakhir ya Allah. Aku udah cape dengan semua nih."
Pada lembaran lainnya, terdapat tulisan berupa pesan yang diberi judul Pesan AA.
"Tak pernah kusadari. Pesan aa, jadilah anak yang baik jangan selalu ikuti hawa nafsu mu, belajarlah jadi orang yang baik. Dan tau aturan perempuan."
Di halaman selanjutnya ia menuliskan beratnya kehidupan yang ia jalani.
"Hidup ini memang tak sama dengan daun kelor."
Pada lembaran lainnya, terdapat tulisan berupa pesan yang diberi judul Pesan AA.
"Tak pernah kusadari. Pesan aa, jadilah anak yang baik jangan selalu ikuti hawa nafsu mu, belajarlah jadi orang yang baik. Dan tau aturan perempuan."
Di halaman selanjutnya ia menuliskan beratnya kehidupan yang ia jalani.
"Hidup ini memang tak sama dengan daun kelor."
Baca Juga [Dewasa] :
Buku-buku tersebut berserakan dalam sebuah kamar nomor dua di lantai dua Kafe Mega Mas.
0 komentar:
Post a Comment